Hidup terasa tergesa-gesa, waktu terasa cepat berlalu, dan tak terasa aku sering mengejar suatu standar kebahagian dan kesuksesan dari penilaian orang lain, nilai yang baik, uang yang banyak, pakaian dan aksesoris yang bagus, berbagai skincare yang membuat percaya diri, merek handphone tertentu dan semua ini terus dikejar seolah itu adalah definisi kebahagiaan sejati..

Hari demi hari ku kejar, dan kugapai satu persatu… namun rasa bahagia tak juga kunjung kudapatkan, aku tidak tenang…. aku hanya terbelengu dengan perasaan yang tergesa-gesa, namun entah apa.. aku juga tidak menyadarinya…  saat ini yang aku perlukan hanyalah istirahat dan memejamkan mata digelapnya kamar dengan sinar bulan menembus kamarku…

Ternyata banyak hal yang terlupakan olehku, banyak hal yang lalai aku lakukan sehingga membuatkku tidak tenang, aku rindu keluargaku…keluargaku bukanlah keluarga yang sempurna, keluarga sederhana  yang berusaha menjalani tantangan dari hari ke hari hanya untuk menjadi lebih baik… keluarga yang mengasuhku dalam sebuah tradisi yang membentuk karakter diriku hari ini..aku tidak pernah marah terhadap keluargaku tentang apa yang ia tanamkan didiriku baik sadar maupun tidak, aku tau ayah dan ibuku sudah berusaha yang terbaik untukku, dimasanya.. dizamannya… dengan keringatnya.. dengan air matanya.. terima kasih banyak pak..bu.. aku teringat masa kecilku, aku selalu berusaha untuk belajar dari waktu ke waktu namun hal ini tidak lantas membuatku mendapatkan nilai raport yang baik, terdapat dua angka merah dalam rapotku membuat aku ketakutan menunjukannya kepada ayahku… tak disangka ayahku memelukku dan menguatkanku bahwa ayah menghargaiku karena aku sudah berupaya dan jujur mengerjakannya, dan nilai ini pertanda kedepan aku harus lebih baik lagi belajar dengan tekun..dari sinilah aku belajar tentang nilai-nilai integritas yang dimulai dari keluarga..

Apa yang terjadi dimasa lalu keluargaku bukanlah lagi menjadi tanggung jawabku, yang perlu aku sadari adalah masa depan, masa depan sepenuhnya menjadi tanggung jawabku… termasuk kelak aku akan memiliki keluarga kecilku dan memulai segalanya disebuah tempat yang dinamakan rumah… rumah bukan hanya tentang fisiknya tapi rumah dihatiku, pasanganku dan anak-anakku kelak.. aku tidak akan membiarkan keluargaku kelak bertumbuh dan berkembang seperti rumput ilalang, menjalani apa adanya mengikuti setiap waktu tanpa menyiapkannya dengan baik, aku tidak ingin kelak penilaian orang lain menjadi dasar kebahagiaan keluargaku… karena letak kebahagiaan yang aku yakini bukan berasal dari apa yang dilihat, tapi letaknya di hati.. ini tentang apa yang aku rasakan..

Ketenangan tidak berasal dari luar, semua itu bermula dari rumah yang setiap penghuninya dari waktu ke waktu akan mengalami evolusi kearifan agar siap menjalani setiap fungsinya dan berbaur di masyarakat dengan baik, rumah seyogyanya bisa menjadi kekuatan yang besar untuk perbaikan karakter penghuninya, tak jarang banyak istilah menyebutkan rumah adalah surga, sebagai sumber dari segala kebaikan, menjadi sumber kebaikan apabila dirumah terdapat orangtua yang semangat untuk terus belajar dan melakukan perbaikan terhadap pola pengasuhan. Rumah adalah tempat kembali dari hiruk pikuk dunia luar. Menjadikan keluarga yang harmonis bukanlah sesuatu yang ditunggu sebagai hadiah, keluarga yang penuh ketenangan merupakan sesuatu yang harus direncanakan dan diciptakan dengan baik, karena sesungguhnya kebahagian itu kita yang ciptakan sendiri…

Rumah yang tenang adalah rumah yang berisi cinta kasih dari pasangan dan anak-anak, saling menghargai, rumah hendaknya dapat mengusir kepenatan dan kekisruhan dari tempat kerja, bahkan rumah dapat menjadi tempat koreksi dari pengaruh luar yang menyimpang arah, pengaruh negatif yang menempel dan terbawa pulang dengan segera dapat terdeteksi dengan  baik dan dibasuh bersih…

Rumahku surgaku… bukanlah sekedar pepatah kosong dan seolah halusinasi belaka, sadarkah kita bahwa semua keluarga dapat membangun rumahnya menjadi surga, jika setiap keluarga tahu bahan-bahan yang diperlukan untuk mewujudkannya. Penanaman pondasi yang kuat sampai cara merawatnya agar tetap nyaman dan damai berada dalam sebuah keluarga. Komitmenlah menjadi dasar utama untuk mewujudkannya. Menyadari bahwa menjadi orang tua akan melakukan dan mendobrak apapun segala hambatan untuk berjuang demi impian dan cita-cita anaknya di masa depan, termasuk memanamkan nilai-nilai kebaikan. Penanam nilai kebaikan harus dimulai dengan komitmen merubah diri sendiri menjadi pribadi yang memiliki nilai baik, religiusitas dan akhlak yang baik, kejujuran dan tanggung jawab sebagai sumber pribadi yang berkarakter.

Aku ingin kelak anak-anakku tumbuh menjadi pribadi yang kuat penuh integritas, membawa kedamaian, menilai kebahagiaannya dengan sebuah kejujuran dan penuh rasa bersyukur dari hasil kerja kerasnya sendiri tanpa korupsi, mengisi bangsa ini dengan karya, senyumnya menjadi kedamaian bagi sesama..

Aku ingin kelak ia tahu, bahwa aku bangga padanya

Karena rahimku bukan melahirkan seorang koruptor…

Dari cerita diatas, apa yang kelak akan kamu lakukan untuk keluarga kecilmu ?