Baby Led Weaning (BLW) masih asing ditelinga orang Indonesia termasuk saya, awalnya saya mengira bahwa Teknik ini merupakan Teknik yang baru, dan beberapa artis di Indonesia menerapkan kepada bayinya salah satunya adalah Andien Aisyah, darinya saya diberitau tentang Teknik BLW ketika kami bertemu di bandara Sultan Babullah Ternate menuju Jakarta sehabis projectnya di Jailolo pada bulan Juli lalu. saya berfikir Andien dan Ippe adalah salah satu orang tua yang berprinsip dalam mendidik bayinya. Ia adalah orang tua muda yang berani menerapkan BLW pada Kawa bayinya yang berumur 6 bulan ditengah kebiasaan orang Indonesia umumnya dan masih banyaknya pro kontra terhadap Teknik ini.

Usia 6 bulan di Indonesia mulai diperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan pemberian makanan lunak seperti puree, bubur, kuah atau apapun dengan tekstur sangat lunak dan disuapkan pada bayi, metode tersebut pula yang diajarkan dibangku kuliah, dengan dasar bayi belum mempunyai gigi untuk mengunyah makanan yang bertekstur, selain itu reflek bayi untuk menelan belum sempurna sehingga ditakutkan bayi akan tersedak dan efeknya akan fatal bagi bayi.

Baby led Weaning adalah cara makan bayi dengan membiarkan bayi makan dengan sendiri, tanpa disuapi, memberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengenal makanan untuk dirinya sendiri, sehingga bayi bisa mencoba berbagai tekstur makanan sejak awal makan. Cara ini awalnya diciptakan oleh seorang matan petugas kesehatan dan bidan yang berkebangsaan Inggris, Gill Rapley. Dengan metode ini bayi diberikan finger foods berupa makanan yang lunak (kentang rebus atau potongan sayur rebus). Para Ahli American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan waktu yang terbaik dalam memulai BLW ini adalah saat berusia 6 bulan.

Beberapa keuntungan metode BLW ini diterapkan pada bayi, antara lain memberi kesempatan kepada bayi untuk memegang dan menyuapkan makanannya sendiri, sehingga bayi akan lebih cepat menyesuaikan diri dengan makanan padat dan bergabung dengan kegiatan makan bersama dengan keluarga selain itu dapat membuat bayi tidak memilih makanan (picky eater). Beberapa studi menemukan, bayi yang dibiarkan makan sendiri sejak awal masa MPASI akan memiliki perilaku makan yang baik, seperti lebih menyukai makan Bersama keluarga di waktu makan yang teratur, bisa makan lebih beragam makanan, dan memulai mengkonsumsi makanan keluarga (tekstur padat) dengan lebih cepat, metode ini juga diyakini akan mendorong bayi memilih makanan yang lebih sehat dan mencegah obesitas, Studi dari tim di Universitas Nottingham menunjukan bahwa bayi yang disuapi makanan halus cenderung lebih gemuk dapi rapada yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Bayi dengan BLW juga memiliki indeks massa tubuh lebih sehat di kemudian hari.   Disisi lain bagi orang tua menerapkan BLW sangat meringankan pekerjaan dalam menyiapkan makanan, karena orang tua tidak perlu repot menanak bubur atau membuat puree, dan tidak perlu bersusah-susah menyuapinya.

Ayah dan Ibu dapat memperkenalkan aneka karbohidrat (nasi, kentang, ubi, jagung dan olahan tepung), aneka protein hewani (daging ayam utuh, ayam cincang, kaki ayam, daging sapi utuh, daging iga, buntut sapi, hati sapi, ikan utuh, ikan fillet), Protein Nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan matang yang tidak terlalu keras), aneka sayuran dan buah. Gaya memasaknya pun bisa disesuaikan dengan kehendak ayah dan ibu, bisa divariasikan sesuai dengan aneka menu favorit keluarga.

Gill Rapley menyarankan beberapa hal dalam menerapkan Teknik BLW ini apa bayi, antara lain pastikan bayi sudah bisa duduk tegak, berikan makanan dengan ukuran yang sesuai untuk bayi, hindari memberikan makanan siap saji, jangan memaksa bayi  untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya, tetap lanjutkan pemberian ASI, jangan berharap bayi langsung melahap makanan yang ibu sajikan dan terakhir hindari makanan yang dapat memicu alergi.

Waktu yang tepat dalam menerapkan BLW adalah dengan membiarkan bayi anda makan sendiri ditengah-tengah sarapan dan waktu makan siangnya, serta sore hari sebelum menjelang makan malam,  jangan biarkan waktu BLW dilakukan pada saat bayi benar-benar sedang lapar, karena bisa jadi bayi malah mengamuk apabila jenis makanannya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, seperti misalnya terlalu hambar atau mungkin terlalu keras.

Ekstra sabar diperlukan dalam menerapkan BLW pada bayi, karena dalam prosesnya BLW terkadang sangat berantakan, kotor dan akan banyak makanan yang terbuang. Kebersihan meja dan lantai tempat bayi makan perlu dijaga.

Proses makan merupakan proses stimulasi, mereka belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan dan menelan, mereka mengeksplor setiap makanan yang mereka pegang. Ketika makanan yang berhasil dimasukan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya, Refleks tersebut dinamakan dengan gagging. Menurut Andien dalam proses ini yang terpenting adalah orang tua harus percaya, jangan khawatir dan jangan resah karena 1 (satu) keresahan ibu sebanding dengan 10 (sepuluh) keresahan anak. Selamat Mencoba !

hettyastri

Sumber :
Baby Led Weaning, 2017. Diakses pada 29 Juli 2017
Keuntungan dan Kelemahan BLW, 2015.  Diakses pada 29 Juli 2017
Mengenal Lebih Jauh Tren Baby Led Weaning, 2015. Diakses pada 29 Juli 2017
Mengenal Pemberian MP ASI dengan Metode Baby led Weaning, 2017. Diakses pada 29 Juli 2017
Tips Pintar Terapkan Metode Baby Led Weaning pada Bayi. 2017. Diakses pada 29 Juli 2017
Foto By : Andien Aisyah Instagram